NAGEKEO | metroGlobalNews – Pemerintah Kabupaten Nagekeo menunjukkan keseriusan dalam menyambut program Sekolah Rintisan Pra Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah pusat. Melalui Dinas Sosial, Pemkab Nagekeo mulai melakukan identifikasi aset daerah yang dinilai layak untuk dijadikan sarana pembelajaran sementara sebelum pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Pada Jumat, 19 Desember 2025, Tim Identifikasi melakukan survei lapangan terhadap salah satu aset Pemda berupa gedung bekas asrama SMAN Wolowae yang berlokasi di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae.
Tim tersebut melibatkan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo/Wakil Ketua DPRD dari Partai Gerindra Yohanes Siga, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo Sesilia Nuwa, Camat Wolowae Geraldus M. Koro, S.Sos, Kabid Perlindungan Sosial Hilarius Betu, S.IP, serta staf Dinas Sosial Ferdinandus Bao.
Dari hasil peninjauan, gedung dengan luas sekitar 48,5 x 46 meter tersebut dinilai masih sangat baik dan layak digunakan sebagai fasilitas Sekolah Rintisan.
Sebagai bentuk percepatan, Pemkab Nagekeo telah menyiapkan lahan milik daerah seluas 8 hektare di Malaruma, Kelurahan Lape, untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Selain itu, berbagai dokumen persyaratan telah disampaikan ke pemerintah pusat, serta dilakukan survei teknis bersama Satker PUPR Provinsi, termasuk pengukuran elevasi dan kontur lahan.
Atas kesiapan tersebut, Kabupaten Nagekeo ditetapkan sebagai salah satu dari empat kabupaten yang dinyatakan layak untuk melaksanakan program Sekolah Rakyat.
Sambil menunggu pembangunan sarana prasarana permanen, pemerintah pusat menetapkan 200 titik Sekolah Rintisan Pra Sekolah Rakyat sebagai langkah awal. Sekolah Rintisan diposisikan sebagai pemicu (trigger) dimulainya proses belajar mengajar sebelum pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen dilaksanakan.
Sekolah Rintisan akan memanfaatkan aset-aset Pemerintah Daerah yang tersedia. Untuk rehabilitasi gedung akan dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara biaya operasional sekolah sepenuhnya ditanggung Kementerian Sosial.
Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat realisasi Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Nagekeo.
(Red)


Social Header