Manado - mgn.id. 11 Desember 2025 — Panitia Natal Nasional 2025 kembali menggelar Seminar Natal Nasional di sembilan kota di Indonesia. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, kegiatan ini menyoroti krisis nyata yang tengah dihadapi keluarga Indonesia, mulai dari persoalan mental, ekonomi, hingga ancaman narkoba dan judi online.
Seminar di Manado menjadi kota kedua dalam rangkaian nasional ini. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 600 peserta dari unsur gereja, perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga organisasi lintas agama. Fokus utama seminar adalah menguatkan peran keluarga sebagai benteng pertama ketahanan iman dan sosial bangsa.
Tak hanya seminar, Panitia Natal Nasional 2025 juga menjalankan aksi sosial besar-besaran. Sebanyak 10.000 paket bantuan sosial disalurkan, bantuan bencana diberikan di Sumatera dan Jawa Timur, beasiswa Rp10 miliar digulirkan di 10 wilayah prioritas, 100 gereja diperbaiki, serta 35 unit ambulans disalurkan ke berbagai daerah. Total bantuan mencapai lebih dari Rp40 miliar, seluruhnya tanpa dana APBN.
Menariknya, dana kegiatan ini berasal dari gotong royong lintas agama. Panitia mencatat, hingga kini dana yang terkumpul mencapai Rp62 miliar, berasal dari umat Kristiani, Muslim, Buddha, dan masyarakat umum. Dana tersebut dialokasikan 70 persen untuk bantuan sosial dan 30 persen untuk penyelenggaraan kegiatan.
Ketua Harian Panitia Natal Nasional 2025, Pdt. Dr. Jason Balumpapueng, mengatakan pelaksanaan Natal Nasional tahun ini mengikuti arahan Presiden RI agar digelar sederhana, pro-rakyat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar seremoni Natal, tetapi gerakan sosial dan spiritual untuk menyelamatkan keluarga Indonesia,” ujarnya.
Seminar di Manado dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, yang juga menjadi pembicara utama. Dalam paparannya, ia mengungkapkan meningkatnya krisis relasi dan kesehatan mental keluarga, seperti kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, kecanduan digital, hingga depresi pada anak dan remaja.
“Gereja harus hadir sebagai ruang aman. Tempat keluarga yang rapuh dipulihkan, bukan dihakimi,” tegasnya.
Subtema seminar di Manado adalah “Gereja dan Pelayanan Kesehatan Mental Keluarga”. Sejumlah narasumber menyoroti persoalan serius yang menggerus keluarga, seperti pinjaman online ilegal, judi online, narkoba, serta dampak hukum dan psikologis yang ditimbulkan.
Ketua GRANAT Sulawesi Utara, Pdt. Billy Yohanes, menekankan pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkotika untuk melindungi generasi muda. Sementara Kompol Junaydi Weken dari Ditreskrimsus Polda Sulut mengingatkan bahaya pinjol ilegal dan judi online yang bisa berujung pidana.
Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, selaku tuan rumah, menegaskan bahwa keluarga yang sehat adalah fondasi gereja, masyarakat, dan dunia pendidikan. “Jika keluarga runtuh, dampaknya ke mana-mana,” ujarnya.
Panitia memastikan seluruh hasil seminar akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan edukasi keluarga, yang akan dipublikasikan pada puncak Natal Nasional 2025, 5 Januari 2026.
Melalui rangkaian Seminar Natal Nasional 2025, semangat kebersamaan lintas iman diteguhkan untuk merawat dan menyelamatkan keluarga Indonesia. Dari Manado hingga berbagai daerah lainnya, Natal dihadirkan bukan sekadar perayaan, tetapi aksi nyata yang menyentuh rakyat, menguatkan keluarga, dan meneguhkan harapan bangsa.
JurnalisMGN Suwidodo








Social Header